PSBA UGM bersama Sekretariat Bersama Satuan Pendidikan Aman Bencana (Sekber SPAB) Daerah Istimewa Yogyakarta berkolaborasi meningkatkan literasi dan kesiapsiagaan bencana di lingkungan pendidikan. Sebanyak 122 siswa SMP Alkarima Boarding School mengikuti edukasi kebencanaan bertema gempa bumi dalam rangka Perkemahan Akhir Tahun Pelajaran 2025/2026 yang diselenggarakan pada Minggu (21/6) di lingkungan sekolah, Barongan, Sumberagung, Kapanewon Jetis, Kabupaten Bantul.
Pemilihan tema gempa bumi didasarkan pada tingginya risiko kegempaan di Kabupaten Bantul yang pernah terdampak gempa besar pada tahun 2006. Pengalaman tersebut menjadi pengingat pentingnya membangun kesiapsiagaan sejak dini, khususnya di lingkungan sekolah sebagai ruang belajar sekaligus tempat berkumpulnya peserta didik. Ketua Panitia Perkemahan Akhir Tahun, Ali Mustofa, menyampaikan bahwa pendidikan kebencanaan perlu dikenalkan sejak dini agar peserta didik memiliki pengetahuan dan kemampuan dasar dalam menghadapi situasi darurat. Materi disampaikan oleh perwakilan dari PSBA UGM, Muhamad Irfan Nurdiansyah. Dalam sesi tersebut, siswa dikenalkan pada konsep dasar kebencanaan, jenis-jenis bencana di Indonesia, karakteristik gempa bumi, serta langkah-langkah yang perlu dilakukan sebelum, saat, dan setelah gempa terjadi. Peserta juga memperoleh pemahaman bahwa hingga saat ini gempa bumi belum dapat diprediksi secara pasti, sehingga peningkatan pengetahuan dan kesiapsiagaan menjadi upaya utama untuk mengurangi risiko bencana.
Selain penyampaian materi, kegiatan berlangsung secara interaktif melalui diskusi dan tanya jawab. Para siswa aktif mengajukan pertanyaan mengenai penyebab gempa bumi, langkah penyelamatan saat berada di dalam bangunan, hingga cara memberikan bantuan kepada korban secara aman. Sebagai bagian dari pembelajaran, peserta juga mengikuti praktik evakuasi mandiri dan teknik dasar pengangkatan korban. Melalui praktik tersebut, siswa belajar melindungi diri saat terjadi gempa, melakukan evakuasi menuju lokasi yang lebih aman, serta memahami prinsip-prinsip dasar membantu korban tanpa menimbulkan risiko tambahan. Kamabigus SMP Alkarima Boarding School, Raharja, menyambut baik pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, pendidikan kebencanaan tidak hanya meningkatkan pengetahuan peserta didik, tetapi juga membentuk karakter yang tangguh, peduli, dan mampu bekerja sama dalam menghadapi situasi darurat.
Melalui kolaborasi ini, PSBA UGM dan Sekber SPAB DIY berharap budaya sadar dan aman bencana semakin berkembang di lingkungan sekolah. Upaya tersebut diharapkan dapat diperkuat melalui simulasi evakuasi secara berkala, penyusunan prosedur tanggap darurat sekolah, serta integrasi pendidikan kebencanaan dalam berbagai kegiatan pembelajaran untuk mewujudkan satuan pendidikan yang lebih tangguh terhadap bencana.
Penulis: Irfan
Editor: Ratih