
Sebanyak empat mahasiswa dari Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Universitas Udayana, yaitu Ida Bagus Ary Purnayama Parbawa, Samuel Marcelo Hutri Lolowang, Anak Agung Caresasha Adinda Dea, dan Ni Made Julita Dea Ananda, resmi memulai kegiatan Praktek Kerja Lapangan (PKL) di bawah bimbingan Pusat Studi Bencana (PSBA) Universitas Gadjah Mada. Dengan didampingi oleh para dosen pembimbing: Dr. Ngadisih, S.TP., M.Sc., IPM., ASEAN Eng., Ni Nyoman Sulastri, S.TP., M.Agr., Ph.D., Dr. Sumiyati, S.TP., MP., serta I Putu Gede Budisanjaya, S.TP., MT. Kegiatan PKL ini dijadwalkan berlangsung selama 1,5 bulan dengan fokus utama pada konservasi tanah dan air di Desa Sambak, Kecamatan Kajoran, Kabupaten Magelang. Desa Sambak dipilih karena merupakan desa wisata berbasis pertanian yang memiliki dinamika penggunaan lahan cukup kompleks, serta memiliki isu strategis terkait pengelolaan lingkungan dan potensi bencana longsor.
Rangkaian kegiatan dimulai pada Senin, 21 Juli 2025, melalui presentasi rencana kegiatan oleh mahasiswa di ruang pertemuan PSBA UGM. Dalam presentasi tersebut, mahasiswa memaparkan empat subtema utama yang akan menjadi fokus kajian selama PKL, yaitu: tata guna lahan desa sebagai desa wisata, agroindustri pengolahan tahu, lahan pertanian, dan peran UMKM di tengah potensi bencana. Keempatnya dilihat sebagai satu kesatuan sistem yang saling terhubung dan berpotensi berkontribusi terhadap kerentanan atau ketahanan desa terhadap longsor. Sesi ini juga menjadi wadah bagi mahasiswa untuk menerima masukan langsung dari tim pembimbing, termasuk Dr. Ngadisih, S.TP., M.Sc., IPM., ASEAN Eng., yang turut memberikan arahan untuk penyempurnaan teknis kegiatan lapangan ke depannya.
Selain kegiatan internal, mahasiswa juga berkesempatan memperluas wawasan melalui kunjungan ke Kabupaten Sragen pada Selasa, 22 Juli 2025. Mereka turut serta dalam kegiatan penjurian Lomba SragenBaik yang digelar oleh Pemerintah Kabupaten Sragen bersama Dinas Lingkungan Hidup. Dalam kegiatan ini, mahasiswa mendampingi dosen pembimbing yang menjadi salah satu dewan juri, mengunjungi sepuluh lokasi yang menampilkan berbagai inovasi dari lembaga pendidikan, organisasi masyarakat, hingga instansi lingkungan. Kegiatan ini membuka perspektif baru bagi mahasiswa, khususnya terkait bagaimana pendekatan lokal dapat membentuk solusi kreatif untuk isu-isu lingkungan di berbagai wilayah.
Sebagai bagian dari tahap awal kegiatan lapangan, mahasiswa juga ikut serta dalam program kolaboratif bertajuk “From Zero to Hero” yang berlangsung di Desa Sambak pada Rabu, 24 Juli 2025. Kegiatan ini merupakan hasil kerja sama antara FTP UGM dan organisasi pemuda YESSA. Dalam momen tersebut, mahasiswa tidak hanya hadir sebagai peserta, namun juga melakukan pra-survey lapangan yang menjadi pijakan awal mereka untuk memahami kondisi geografis, sosial, dan ekonomi masyarakat Desa Sambak secara lebih nyata. Mereka mengamati langsung pola ruang desa, praktik pengelolaan usaha lokal, serta berinteraksi dengan warga sebagai persiapan menuju tahapan penelitian utama.
Melalui rangkaian kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya memperoleh gambaran awal tentang teknis pelaksanaan PKL, tetapi juga mengalami sendiri dinamika interaksi lapangan yang melibatkan banyak pihak. Pendekatan kolaboratif dan observatif ini menjadi kunci dalam menyusun strategi konservasi yang kontekstual dan bisa diterima oleh masyarakat setempat. Dari pengalaman awal ini, mahasiswa belajar bahwa membangun pemahaman tentang konservasi dan kebencanaan bukan hanya soal data dan metode, tapi juga soal mendengarkan, memahami kondisi lokal, dan merancang solusi yang membumi. Rangkaian kegiatan ini pun menjadi awal yang menjanjikan bagi pelaksanaan PKL secara penuh dalam beberapa minggu ke depan.
Penulis: Ida Bagus Ary Purnayama Parbawa, Samuel Marcelo Hutri Lolowang, Anak Agung Caresasha Adinda Dea, dan Ni Made Julita Dea Ananda
Editor: Ratih Winastuti