PSBA UGM menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) I sebagai bagian dari proses penyusunan Naskah Akademik Penguatan Kelembagaan Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) BPBD Kabupaten Bantul. Kegiatan ini berlangsung pada Kamis (16/7) pukul 08.30–13.30 WIB di Ruang Rapat PSBA UGM dan menjadi langkah awal dalam menghimpun data serta masukan dari berbagai pemangku kepentingan untuk memperkuat kelembagaan Pusdalops PB.
Kegiatan dibuka dengan sambutan Kepala PSBA UGM yang pada kesempatan tersebut diwakili oleh Penasihat Kegiatan Penyusunan Naskah Akademik, Prof. Dr. Djati Mardiatno, M.Si. Dalam sambutannya, disampaikan bahwa penyusunan naskah akademik menjadi bagian penting dalam menyediakan landasan ilmiah bagi perumusan arah penguatan kelembagaan Pusdalops PB yang sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik penyelenggaraan penanggulangan bencana di Kabupaten Bantul.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bantul, Mujahid Amrudin, S.IP., M.E., bersama jajaran BPBD Kabupaten Bantul dan personel Pusdalops PB. FGD I merupakan tahapan penggalian data dan informasi untuk memperoleh gambaran yang komprehensif mengenai kondisi eksisting Pusdalops PB BPBD Kabupaten Bantul. Diskusi difokuskan pada tiga hal utama, yaitu penggalian kondisi kelembagaan dan operasional yang berjalan saat ini, identifikasi kesenjangan atau gap utama kelembagaan, serta penentuan prioritas kebutuhan penguatan Pusdalops PB ke depan.
Kegiatan diikuti oleh perwakilan berbagai instansi yang memiliki peran dalam penyelenggaraan penanggulangan bencana dan koordinasi dengan Pusdalops PB. Unsur instansi vertikal dan lembaga terkait yang hadir meliputi Kodim 0729 Bantul, Kepolisian Resor Bantul, BMKG Yogyakarta, Kantor SAR Yogyakarta atau Basarnas DIY, serta BPBD Daerah Istimewa Yogyakarta. Sementara itu, unsur perangkat daerah yang terlibat meliputi BPBD, Bappeda, BPKPAD, BKPSDM, Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, Dinas Perhubungan, Diskominfo, Satpol PP, serta Bagian Organisasi Kabupaten Bantul. Keterlibatan berbagai instansi tersebut memberikan ruang bagi peserta untuk menyampaikan pengalaman dan perspektif berdasarkan peran masing-masing dalam penerimaan informasi kebencanaan, koordinasi lintas sektor, penanganan kejadian, penyediaan sumber daya, serta dukungan terhadap pelaksanaan tugas Pusdalops PB.
Pelaksanaan FGD dipandu oleh Tim Ahli UGM yang terdiri atas Erda Rindrasih, S.Si., M.U.R.P., Ph.D., Dr. Dyah Rahmawati Hizbaron, M.Sc., dan Nadia Indah, M.Si. Tim ahli mengarahkan proses diskusi agar setiap peserta dapat menyampaikan kondisi yang dihadapi, permasalahan utama, praktik koordinasi yang telah berjalan, serta usulan kebutuhan penguatan kelembagaan Pusdalops PB.
Dalam pelaksanaannya, kegiatan FGD juga didukung oleh tim asisten yang terdiri atas Herkin Yosyafaat, S.H., Anindya Rizki Ramadhani, S.IP., dan Febriyanti Paramesthi, S.Si. Tim asisten membantu proses fasilitasi kelompok, pencatatan hasil diskusi, dokumentasi, serta pengelolaan data dan informasi yang diperoleh selama kegiatan. Melalui diskusi kelompok, peserta menggali berbagai aspek penyelenggaraan Pusdalops PB, antara lain kedudukan dan struktur kelembagaan, pembagian tugas dan kewenangan, mekanisme penerimaan dan pengelolaan informasi kebencanaan, pelaporan kejadian, koordinasi internal dan eksternal, sumber daya manusia, sistem kerja dan pembagian sif, sarana dan prasarana, sistem informasi dan komunikasi, pembiayaan, serta prosedur operasional yang digunakan dalam mendukung penanganan kejadian dan keadaan darurat bencana.
FGD juga menjadi ruang untuk mempertemukan perspektif BPBD Kabupaten Bantul dan personel Pusdalops PB sebagai pelaksana utama dengan perspektif perangkat daerah, instansi vertikal, dan lembaga yang menjadi mitra koordinasi. Masukan dari berbagai pihak tersebut diperlukan agar rekomendasi yang dirumuskan tidak hanya menjawab kebutuhan internal Pusdalops PB, tetapi juga mampu memperkuat keterhubungan, pembagian peran, dan efektivitas koordinasi lintas sektor. Hasil FGD I selanjutnya akan dianalisis dengan data sekunder, seperti dokumen kelembagaan, regulasi, prosedur operasional, serta praktik penyelenggaraan Pusdalops PB. Hasil analisis tersebut akan digunakan untuk menyusun pemetaan kondisi eksisting, matriks kesenjangan kelembagaan, serta rumusan kebutuhan dan prioritas penguatan Pusdalops PB BPBD Kabupaten Bantul.
Penyusunan Naskah Akademik ini diharapkan dapat menghasilkan landasan ilmiah dan rekomendasi yang aplikatif bagi pengembangan Pusdalops PB Kabupaten Bantul agar semakin kuat secara kelembagaan, responsif dalam pengelolaan informasi dan kejadian, terkoordinasi dengan para pemangku kepentingan, serta mampu mendukung pengambilan keputusan secara cepat, tepat, dan akuntabel dalam penyelenggaraan penanggulangan bencana.
Penulis: Nadia
Editor: Ratih