• Portal Akademik
  • IT Center
  • Library
  • Research
  • Webmail
Universitas Gadjah Mada Universitas Gadjah Mada
Pusat Studi Bencana
  • Profil
    • Tentang PSBA
    • Struktur Organisasi
    • Visi dan Misi
  • Kegiatan
    • Penelitian Tahun 2010
    • Penelitian Tahun 2011
    • Penelitian Tahun 2012
    • Penelitian Tahun 2013
    • Penelitian Tahun 2014
    • Penelitian Tahun 2015
    • Penelitian Tahun 2016
    • Penelitian Tahun 2017
    • Penelitian Tahun 2018
    • Penelitian Tahun 2019
    • Penelitian Tahun 2020
    • Penelitian Tahun 2021
    • Penelitian Tahun 2022
    • Penelitian Tahun 2023
  • E-Learning
    • Lecturer Session: Prof. Christopher Gomez
    • Podcast
    • DISKUSI PUBLIK & OPINI
  • Kerjasama
    • Kerjasama Dalam Negeri
    • Kerjasama Luar Negeri
  • Library
    • Hasil Pengabdian
    • Hasil Penelitian
  • Publikasi
    • Volcanology
    • Hydrometeorology
    • Seismology
    • Land & Water Conservation
    • Social science and Health
  • Home
  • Rilis

PSBA UGM Bersama CLICCC FISIPOL UGM Bahas Tata Kelola Kehilangan dan Kerusakan Akibat Perubahan Iklim

  • Rilis, Rilis Berita
  • 8 September 2026, 11.23
  • By : Admin PSBA

Konsorsium Contesting Loss for Indonesian Communities in Climate Crisis (CLICCC) mempertemukan berbagai pemangku kepentingan di Yogyakarta dalam lokakarya “Kehilangan dan Kerusakan di Yogyakarta: Mempertemukan Perspektif dan Membangun Koalisi” yang diselenggarakan di Auditorium Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIPOL) UGM, Kamis (3/9).

CLICCC merupakan konsorsium riset multidisipliner yang melibatkan akademisi dan organisasi masyarakat sipil dari Indonesia dan Australia. Lokakarya dibuka dengan pengenalan peserta dan pemaparan mengenai konsep Loss and Damage (L&D), sejarah, serta perkembangannya dalam tata kelola iklim global oleh Dr. Jacqui Baker dari Murdoch University dan Dr. Dian Tri Irawaty dari Rujak Center for Urban Studies. Sesi ini dilanjutkan dengan diskusi terfasilitasi untuk memetakan pengalaman dan pemahaman peserta mengenai L&D, baik secara personal maupun dalam konteks organisasi. Diskusi tersebut berfokus pada tiga aspek yaitu naming, yakni bagaimana kehilangan dan kerusakan akibat perubahan iklim dikenali dan didefinisikan; blaming, mengenai bagaimana penyebab dan pihak yang dianggap bertanggung jawab diidentifikasi; serta claiming, yang membahas bagaimana tuntutan dan kebutuhan atas kehilangan dan kerusakan dapat disuarakan. Dalam sesi ini, peneliti yang mewakili PSBA UGM, Ratih Winastuti, M.Sc. dan Wa Ode Annisha Munasari, S.P.W.K, CDMA, turut mengikuti diskusi dan pertukaran perspektif bersama para peserta. 

Pada sesi berikutnya, Luqman Nul Hakim, S.I.P., M.A., Ph.D., Dosen Departemen Ilmu Hubungan Internasional FISIPOL UGM, dan Dr. Rebecca Meckelburg, peneliti Institute of International Studies (IIS) UGM, memaparkan temuan stakeholder mapping mengenai tata kelola L&D di Yogyakarta. Pemetaan tersebut menunjukkan bahwa kehilangan dan kerusakan akibat perubahan iklim tidak hanya berkaitan dengan bencana seperti banjir dan kekeringan, tetapi juga dengan perubahan penghidupan, degradasi lingkungan, tekanan terhadap sumber daya air, serta hilangnya pengetahuan dan praktik budaya. Dampak tersebut juga berkelindan dengan ketimpangan sosial dan praktik pembangunan yang dapat memperbesar kerentanan masyarakat. Diskusi juga menyoroti kontestasi pemaknaan atas pengetahuan budaya lokal, termasuk konsep Memayu Hayuning Bawana. Nilai yang bagi masyarakat dimaknai sebagai upaya menjaga keseimbangan dan kelestarian lingkungan dapat memperoleh tafsir berbeda ketika berhadapan dengan kepentingan pembangunan dan investasi. Menurut Luqman, hal ini menunjukkan bahwa kontestasi tata kelola lingkungan juga menyangkut siapa yang memiliki otoritas untuk mendefinisikan pengetahuan dan menentukan arah pembangunan. 

Sesi terakhir berfokus pada kondisi dan peluang coalition-building di Yogyakarta, yang dipandu oleh I Gusti Agung Made Wardana, S.H., LL.M., Ph.D., Dosen Departemen Hukum Lingkungan, Fakultas Hukum UGM, dan Vidya Tanny, Community Architect and Urban Researcher, Rujak Center for Urban Studies (RCUS). Tim CLICCC memperkenalkan Fund for Responding to Loss and Damage (FRLD) serta mendiskusikan potensi pembentukan koalisi. Peserta kemudian mengidentifikasi aktor, kepentingan, titik temu, dan tantangan dalam membangun koalisi, sekaligus memetakan kebutuhan, sumber daya, peran, dan kontribusi potensial dari masing-masing pihak.

Memasuki sesi diskusi berikutnya, peserta mendalami hasil stakeholder mapping dengan melihat beragam perspektif dalam memahami kehilangan dan kerusakan (Loss and Damage/L&D) di Daerah Istimewa Yogyakarta. Diskusi menyoroti bahwa kerentanan tidak semata-mata terbentuk oleh paparan terhadap bahaya iklim, tetapi juga berkaitan dengan kondisi sosial-ekonomi, tata guna lahan, akses terhadap sumber daya, penghidupan, serta kapasitas masyarakat dalam menghadapi perubahan. Keragaman karakter wilayah Yogyakarta turut menjadi perhatian, mengingat bentuk kehilangan dan kerusakan yang dialami masyarakat dapat berbeda antara kawasan perkotaan, perdesaan, pertanian, hingga pesisir. Hal ini memperlihatkan pentingnya memahami L&D tidak hanya melalui nilai kerugian ekonomi, tetapi juga kehilangan non-ekonomi, termasuk fungsi ekologis, sumber penghidupan, pengetahuan lokal, dan nilai sosial-budaya.

Dilanjutkan pembahasan penutup yang diarahkan pada asesmen kondisi dan peluang pembentukan koalisi L&D di Yogyakarta melalui identifikasi aktor, kepentingan, tantangan, kebutuhan, sumber daya, serta kontribusi potensial masing-masing pihak yang terkait. Dalam diskusi tersebut mengemukakan pentingnya membangun kolaborasi yang tidak berhenti pada jejaring antar lembaga, tetapi mampu mempertemukan pengetahuan komunitas, kapasitas pendampingan masyarakat sipil, kewenangan pemerintah, serta dukungan riset dan analisis dari akademisi. Dari perspektif kebencanaan, penguatan basis bukti (evidence) menjadi salah satu elemen penting untuk mengidentifikasi siapa yang terdampak, bentuk kehilangan yang dialami, lokasi dan tingkat kerugian, serta faktor kerentanan yang melatarbelakanginya. Basis bukti tersebut diharapkan dapat menjembatani pengalaman masyarakat dengan proses claim-making, perencanaan, dan penyusunan kebijakan L&D yang lebih kontekstual di Yogyakarta.

 

Penulis: Ratih dan Ode

Tags: SDG 11 – Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan SDG 13 : Penanganan Perubahan Iklim SDG 16 – Perdamaian Keadilan dan Kelembagaan yang Tangguh SDG 17 : Kemitraan untuk Mencapai Tujuan

Leave A Comment Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Related Posts

PSBA UGM Turut Bahas Integrasi AMPD dalam SPAB DIY

RilisRilis Berita Tuesday, 22 September 2026

Peringatan dini tidak berhenti pada penyampaian informasi bahwa bencana berpotensi terjadi. Informasi tersebut perlu diterjemahkan menjadi tindakan yang jelas agar masyarakat dapat melakukan langkah antisipatif sebelum dampak bencana terjadi.

Asistensi II Dokumen RPB Kabupaten Mukomuko

RilisRilis Berita Tuesday, 22 September 2026

PSBA UGM sebagai tim ahli dalam penyusunan Rencana Penanggulangan Bencana (RPB) turut mengikuti Asistensi II Dokumen RPB Kabupaten Mukomuko di BNPB di Jakarta, Rabu (16/9). Kegiatan ini dilaksanakan melalui Deputi Bidang Sistem dan Strategi BNPB, […].

PSBA UGM Kunjungi Morowali Utara Tinjau Keberlanjutan Program KKN-PPM UGM di Morowali Utara

RilisRilis Berita Thursday, 13 August 2026

PSBA UGM melakukan kunjungan lapangan ke Pulau Tokonanaka atau Pulau Tanaka, Kabupaten Morowali Utara, Sulawesi Tengah, pada Jumat (7/8). Kunjungan tersebut dilakukan bersama mahasiswa KKN-PPM UGM dan tim dari Dinas Pendidikan Kabupaten Morowali Utara untuk […].

Perkuat Aksi Antisipatif di Tingkat Komunitas, PSBA UGM Berpartisipasi dalam Lokakarya Integrasi DESTANA dengan AMPD

RilisRilis Berita Thursday, 13 August 2026

PSBA UGM berpartisipasi dalam Lokakarya Integrasi Program Desa Tangguh Bencana (DESTANA) dengan Aksi Merespon Peringatan Dini (AMPD) yang diselenggarakan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dengan dukungan World Food Programme (WFP) pada 4-5 Agustus 2026 […].

Recent Posts

  • PSBA UGM Turut Bahas Integrasi AMPD dalam SPAB DIY
  • Asistensi II Dokumen RPB Kabupaten Mukomuko
  • PSBA UGM Bersama CLICCC FISIPOL UGM Bahas Tata Kelola Kehilangan dan Kerusakan Akibat Perubahan Iklim
  • PSBA UGM Dukung Penyusunan Rencana Penanggulangan Bencana Kabupaten Mukomuko
  • Peta Perkiraan Wilayah Terdampak Gempabumi Flores 2026
Universitas Gadjah Mada

Pusat Studi Bencana UGM

jl Mahoni C 16 Bulaksumur, Yogyakarta, 55284
Phone/fax 0274-548812
email: psba@ugm.ac.id

© 2026 PSBA Universitas Gadjah Mada