PSBA UGM melakukan kunjungan lapangan ke Pulau Tokonanaka atau Pulau Tanaka, Kabupaten Morowali Utara, Sulawesi Tengah, pada Jumat (7/8). Kunjungan tersebut dilakukan bersama mahasiswa KKN-PPM UGM dan tim dari Dinas Pendidikan Kabupaten Morowali Utara untuk meninjau perkembangan sejumlah program yang sebelumnya telah dirintis melalui kegiatan KKN-PPM UGM.
Pulau Tokonanaka berada di wilayah Desa Tokonanaka, Kecamatan Bungku Utara, Kabupaten Morowali Utara. Desa ini terdiri atas empat dusun dengan 192 kepala keluarga dan 512 jiwa. Masyarakat Tokonanaka mayoritas berasal dari suku Bajo dengan mata pencaharian utama sebagai nelayan. Sebagai wilayah kepulauan, Desa Tokonanaka hanya dapat dijangkau melalui jalur laut menggunakan kapal atau perahu dari wilayah pesisir terdekat di Bungku Utara maupun dari Pelabuhan Kolonodale. Kondisi geografis tersebut sekaligus menjadikan wilayah ini memiliki potensi dan tantangan tersendiri dalam aspek pembangunan, lingkungan, maupun kebencanaan.
Dalam kunjungan tersebut, Prof. Dr. Djati Mardiatno, S.Si., M.Si. bertindak sebagai Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) bersama tim PSBA UGM, mahasiswa KKN, dan Dinas Pendidikan Morowali Utara berdiskusi dengan tokoh masyarakat Desa Tokonanaka mengenai perkembangan program, kebutuhan masyarakat, serta peluang keberlanjutan kegiatan yang telah dilakukan sebelumnya. Salah satu perhatian dalam diskusi adalah aspek kebencanaan. Sebagai wilayah kepulauan dan pesisir, Desa Tokonanaka memiliki sejumlah potensi ancaman, antara lain kekeringan, kebakaran hutan, gempa bumi, abrasi pantai, dan tanah longsor. Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya penguatan kapasitas masyarakat dalam menghadapi risiko bencana, terutama melalui edukasi, kesiapsiagaan, dan sistem peringatan dini yang sesuai dengan kondisi lokal.
Kunjungan ini juga menjadi bagian dari upaya melihat keberlanjutan program KKN-PPM UGM yang telah dirintis pada pertengahan 2025. Beberapa program yang dikembangkan sebelumnya mencakup pengembangan pariwisata, mitigasi bencana, lingkungan dan energi, serta penguatan administrasi desa. Dalam bidang pariwisata, mahasiswa KKN-PPM UGM sebelumnya turut mendorong pembukaan jalur pendakian menuju puncak Pulau Tokonanaka serta pengembangan open trip berbasis masyarakat yang melibatkan pemuda setempat. Inisiatif tersebut diarahkan untuk mengembangkan potensi wisata alam sekaligus meningkatkan keterlibatan masyarakat dalam pengelolaan destinasi.
Pada aspek mitigasi bencana, kegiatan yang dilakukan meliputi penyusunan sistem peringatan dini bencana serta edukasi melalui konsep sekolah siaga bencana. Sementara itu, pada bidang lingkungan dan energi, program yang dirintis mencakup revitalisasi tata kelola sampah, penanaman mangrove, dan kajian pemanfaatan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). Penguatan kelembagaan desa juga menjadi bagian dari program melalui pendampingan dan penyelesaian dokumen pendaftaran Desa Tokonanaka sebagai desa wisata.
Selain aspek kebencanaan dan lingkungan, keberadaan energi terbarukan menjadi salah satu bagian penting dalam mendukung kehidupan masyarakat di wilayah kepulauan. Kebutuhan listrik masyarakat Tokonanaka antara lain didukung oleh energi surya melalui PLTS serta pengembangan infrastruktur kelistrikan yang dikelola oleh PT PLN (Persero). Pengembangan energi terbarukan tersebut menjadi relevan dalam mendukung transisi energi sekaligus meningkatkan ketahanan masyarakat di wilayah pesisir dan kepulauan. Kunjungan lapangan PSBA UGM ini menjadi momentum untuk melihat secara langsung bagaimana program-program yang telah dirintis dapat terus dikembangkan dan disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat. Diskusi bersama tokoh masyarakat juga memberikan ruang untuk mengidentifikasi berbagai tantangan yang dihadapi desa serta peluang kolaborasi ke depan.
Kegiatan tersebut sekaligus memperkuat hubungan antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mendukung pembangunan wilayah yang berkelanjutan dan berbasis pada potensi serta karakteristik lokal. Melalui kunjungan ini, PSBA UGM berharap kolaborasi yang telah terbangun melalui kegiatan KKN-PPM UGM dapat terus berlanjut, khususnya dalam bidang pengurangan risiko bencana, pengelolaan lingkungan, pengembangan wisata berbasis masyarakat, dan penguatan kapasitas masyarakat pesisir.