• Portal Akademik
  • IT Center
  • Library
  • Research
  • Webmail
Universitas Gadjah Mada Universitas Gadjah Mada
Pusat Studi Bencana
  • Profil
    • Tentang PSBA
    • Struktur Organisasi
    • Visi dan Misi
  • Kegiatan
    • Penelitian Tahun 2010
    • Penelitian Tahun 2011
    • Penelitian Tahun 2012
    • Penelitian Tahun 2013
    • Penelitian Tahun 2014
    • Penelitian Tahun 2015
    • Penelitian Tahun 2016
    • Penelitian Tahun 2017
    • Penelitian Tahun 2018
    • Penelitian Tahun 2019
    • Penelitian Tahun 2020
    • Penelitian Tahun 2021
    • Penelitian Tahun 2022
    • Penelitian Tahun 2023
  • E-Learning
    • Lecturer Session: Prof. Christopher Gomez
    • Podcast
    • DISKUSI PUBLIK & OPINI
  • Kerjasama
    • Kerjasama Dalam Negeri
    • Kerjasama Luar Negeri
  • Library
    • Hasil Pengabdian
    • Hasil Penelitian
  • Publikasi
    • Volcanology
    • Hydrometeorology
    • Seismology
    • Land & Water Conservation
    • Social science and Health
  • Home
  • Rilis

Pemkot Salatiga gandeng PSBA UGM dalam Kegiatan Table Top Exercise untuk Uji Dokumen Renkon Cuaca Ekstrem Tahun 2025

  • Rilis, Rilis Berita
  • 11 November 2025, 16.19
  • By : Admin PSBA

Pemerintah Kota Salatiga melalui BPBD bekerja sama dengan PSBA UGM menyelenggarakan kegiatan Table Top Exercise (TTX) atau gladi ruang untuk menguji dokumen Rencana Kontingensi (Renkon) Cuaca Ekstrem Kota Salatiga Tahun 2025. Kegiatan ini berlangsung di Ruang Kaloka, Lantai 4 Gedung Sekretariat Daerah Kota Salatiga pada Kamis (6/11). TTX ini menjadi rangkaian akhir dari serangkaian proses penyusunan dokumen renkon cuaca ekstrem.

Penyusunan dokumen ini sebelumnya telah didampingi secara intensif oleh tim PSBA UGM. Selama proses tersebut, PSBA UGM dan BPBD Kota Salatiga telah melaksanakan tiga kali Focus Group Discussion (FGD) yang melibatkan seluruh OPD, komunitas kebencanaan, serta lembaga non-OPD di Kota Salatiga. Ketiga FGD ini berfokus pada identifikasi ancaman, analisis risiko, serta pembagian peran dan tanggung jawab masing-masing lembaga dalam menghadapi bencana cuaca ekstrem. Setelah melalui proses konsultasi teknis dan asistensi ke BNPB, dokumen renkon kemudian difinalisasi dan diajukan untuk disahkan oleh pemerintah kota.

Dokumen ini secara resmi disahkan dan ditandatangani oleh Wali Kota Salatiga, Robby Hernawan, didampingi Wakil Wali Kota Salatiga, Nina Agustina. Penandatanganan tersebut menandai bahwa dokumen ini telah menjadi acuan resmi dan dasar kerja bagi seluruh OPD dan lembaga terkait di Kota Salatiga dalam menghadapi dan menangani bencana cuaca ekstrem. Dengan demikian, dokumen renkon bukan hanya berfungsi sebagai panduan operasional, tetapi juga sebagai instrumen koordinasi lintas sektor. Penyelenggaraan TTX kali ini memiliki konteks yang sangat relevan, mengingat pada 3–4 November 2025 Kota Salatiga baru saja dilanda peristiwa angin puting beliung yang menyebabkan kerusakan di sejumlah titik wilayah. Berdasarkan data BPBD Kota Salatiga per 5 November 2025 pukul 13.00 WIB, terdapat setidaknya 87 laporan masyarakat terkait kejadian pohon tumbang, atap rumah rusak, serta gangguan jaringan listrik akibat angin kencang. Kejadian tersebut menjadi momentum penting bagi pemerintah daerah untuk segera menguji efektivitas dokumen renkon yang baru disusun agar dapat digunakan secara optimal pada situasi nyata.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Salatiga, Roy Anjar Miftachul, membuka kegiatan TTX dengan menekankan pentingnya dokumen Renkon Cuaca Ekstrem sebagai panduan teknis dalam menghadapi bencana. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa gladi ruang ini bertujuan untuk menguji sejauh mana dokumen renkon dapat diaplikasikan dalam situasi darurat serta menilai efektivitas mekanisme koordinasi antarinstansi. Menurutnya, hasil evaluasi dari kegiatan TTX akan menjadi dasar untuk memperkuat sistem kesiapsiagaan daerah dalam menghadapi bencana yang serupa di masa mendatang.

“Apalagi beberapa hari lalu kita baru mengalami kejadian angin puting beliung. Gladi lapang sebenarnya sudah berjalan, dan hari ini kita fokus pada evaluasi pelaksanaannya,” ujar Roy.

Sementara itu, Galih Aries Swastanto dari PSBA UGM yang menjadi salah satu narasumber TTX menyampaikan bahwa tujuan utama kegiatan ini adalah untuk menguji implementasi dokumen renkon dalam konteks simulasi penanganan bencana cuaca ekstrem. TTX menjadi sarana bagi seluruh pihak yang terlibat untuk memahami peran dan mekanisme koordinasi lintas sektor, mulai dari proses penerimaan informasi peringatan dini, pengambilan keputusan, hingga pelaksanaan tindakan darurat di lapangan.

“Mengingat beberapa hari lalu sudah terjadi bencana cuaca ekstrem, kegiatan hari ini kami arahkan lebih banyak pada evaluasi pelaksanaan penanganan bencana yang baru saja terjadi,” ujar Galih. Ia juga menekankan pentingnya pembelajaran dari kejadian aktual untuk memperkuat kesiapsiagaan ke depan.

Muhamad Irfan Nurdiansyah dari PSBA UGM menambahkan bahwa berdasarkan hasil kajian dan FGD, karakteristik ancaman bencana cuaca ekstrem di Kota Salatiga menunjukkan pola musiman yang cukup jelas. Berdasarkan catatan historis dan hasil analisis, periode bulan September hingga November merupakan masa dengan potensi tertinggi terjadinya angin puting beliung, hujan es, dan petir. Potensi yang sama juga dapat muncul kembali pada bulan Maret hingga Mei, ketika perubahan cuaca disertai peningkatan kelembapan udara dan aktivitas konvektif.

“Dengan adanya TTX hari ini dan pembelajaran dari kejadian beberapa waktu lalu, harapannya Kota Salatiga dapat semakin siap menghadapi ancaman bencana cuaca ekstrem di masa mendatang,” ujar Irfan.

Kegiatan TTX melibatkan OPD, TNI/Polri, organisasi masyarakat, dan lembaga non-pemerintah untuk mensimulasikan penanganan bencana cuaca ekstrem, mulai dari deteksi dini hingga pemulihan. Peserta diminta merespons skenario sesuai peran dalam dokumen renkon, sehingga dapat dievaluasi kesiapan koordinasi, komunikasi, dan logistik antarlembaga. Selain menguji dokumen, TTX juga menjadi sarana pembelajaran bersama untuk memperkuat kapasitas daerah. Hasilnya akan digunakan untuk menyempurnakan Renkon Cuaca Ekstrem dan meningkatkan koordinasi lintas instansi.

Langkah BPBD Salatiga bersama PSBA UGM dalam menyusun dan menguji renkon menunjukkan keseriusan pemerintah daerah membangun sistem penanggulangan bencana berbasis perencanaan. Upaya ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam menyiapkan dokumen renkon sesuai karakteristik ancaman masing-masing, sehingga daerah-daerah di Indonesia dapat lebih siap dan tangguh menghadapi meningkatnya risiko bencana.

Penulis: Irfan
Editor: Ratih

Leave A Comment Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Related Posts

Peta Perkiraan Wilayah Terdampak Gempabumi Flores 2026

RilisRilis Berita Monday, 17 August 2026

Sebagai bagian dari dukungan informasi awal untuk respons pascabencana Gempabumi Flores 2026, PSBA menyediakan peta perkiraan wilayah terdampak yang disusun berdasarkan identifikasi keberadaan element at risk, khususnya bangunan, dengan memanfaatkan data Google Open Buildings.

PSBA UGM Kunjungi Morowali Utara Tinjau Keberlanjutan Program KKN-PPM UGM di Morowali Utara

RilisRilis Berita Thursday, 13 August 2026

PSBA UGM melakukan kunjungan lapangan ke Pulau Tokonanaka atau Pulau Tanaka, Kabupaten Morowali Utara, Sulawesi Tengah, pada Jumat (7/8). Kunjungan tersebut dilakukan bersama mahasiswa KKN-PPM UGM dan tim dari Dinas Pendidikan Kabupaten Morowali Utara untuk […].

Perkuat Aksi Antisipatif di Tingkat Komunitas, PSBA UGM Berpartisipasi dalam Lokakarya Integrasi DESTANA dengan AMPD

RilisRilis Berita Thursday, 13 August 2026

PSBA UGM berpartisipasi dalam Lokakarya Integrasi Program Desa Tangguh Bencana (DESTANA) dengan Aksi Merespon Peringatan Dini (AMPD) yang diselenggarakan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dengan dukungan World Food Programme (WFP) pada 4-5 Agustus 2026 […].

PSBA UGM Gelar FGD I Penyusunan Naskah Akademik Penguatan Kelembagaan Pusdalops PB BPBD Kabupaten Bantul

Rilis Berita Wednesday, 22 July 2026

PSBA UGM menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) I sebagai bagian dari proses penyusunan Naskah Akademik Penguatan Kelembagaan Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) BPBD Kabupaten Bantul.

Recent Posts

  • Peta Perkiraan Wilayah Terdampak Gempabumi Flores 2026
  • PSBA UGM Kunjungi Morowali Utara Tinjau Keberlanjutan Program KKN-PPM UGM di Morowali Utara
  • Perkuat Aksi Antisipatif di Tingkat Komunitas, PSBA UGM Berpartisipasi dalam Lokakarya Integrasi DESTANA dengan AMPD
  • PSBA UGM Gelar FGD I Penyusunan Naskah Akademik Penguatan Kelembagaan Pusdalops PB BPBD Kabupaten Bantul
  • Kolaborasi PSBA UGM dan BPBD Kabupaten Kediri Perbarui Kajian Risiko Bencana 2026–2030
Universitas Gadjah Mada

Pusat Studi Bencana UGM

jl Mahoni C 16 Bulaksumur, Yogyakarta, 55284
Phone/fax 0274-548812
email: psba@ugm.ac.id

© 2026 PSBA Universitas Gadjah Mada