• Portal Akademik
  • IT Center
  • Library
  • Research
  • Webmail
Universitas Gadjah Mada Universitas Gadjah Mada
Pusat Studi Bencana
  • Profil
    • Tentang PSBA
    • Struktur Organisasi
    • Visi dan Misi
  • Kegiatan
    • Penelitian Tahun 2010
    • Penelitian Tahun 2011
    • Penelitian Tahun 2012
    • Penelitian Tahun 2013
    • Penelitian Tahun 2014
    • Penelitian Tahun 2015
    • Penelitian Tahun 2016
    • Penelitian Tahun 2017
    • Penelitian Tahun 2018
    • Penelitian Tahun 2019
    • Penelitian Tahun 2020
    • Penelitian Tahun 2021
    • Penelitian Tahun 2022
    • Penelitian Tahun 2023
  • E-Learning
    • Lecturer Session: Prof. Christopher Gomez
    • Podcast
    • Opini
  • Kerjasama
    • Kerjasama Dalam Negeri
    • Kerjasama Luar Negeri
  • Library
    • Hasil Pengabdian
    • Hasil Penelitian
  • Publikasi
    • Volcanology
    • Hydrometeorology
    • Seismology
    • Land & Water Conservation
    • Social science and Health
  • Home
  • Rilis

Susun Rencana Penanggulangan Bencana Kota Pekanbaru 2026–2030, PSBA UGM Dampingi FGD dan Pemaparan Laporan Akhir

  • Rilis, Rilis Berita
  • 1 December 2025, 13.31
  • By : Admin PSBA

PSBA UGM mendampingi rangkaian Focus Group Discussion (FGD) dan Pemaparan Laporan Akhir Penyusunan Rencana Penanggulangan Bencana (RPB) Kota Pekanbaru 2026–2030. Kegiatan ini digelar pada 27–28 November 2025, dimulai dengan FGD di Hotel Alpha Pekanbaru dan ditutup dengan penyampaian laporan akhir di Mal Pelayanan Publik (MPP) Pekanbaru.

FGD pada Kamis, 27 November 2025 dirancang sebagai forum pematangan rumusan isu strategis, tujuan, sasaran, dan arah kebijakan penanggulangan bencana, seraya mengisi komponen program, kegiatan, dan sub-kegiatan RPB. Diskusi turut membahas keterlibatan multi pihak serta dukungan pendanaan, dengan tujuan agar dokumen RPB dapat diimplementasikan secara efektif dan realistis. Peserta FGD terdiri dari perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Pemerintah Kota Pekanbaru dan jajaran internal BPBD Kota Pekanbaru. FGD menggarisbawahi isu-isu penting dalam penanggulangan risiko bencana, termasuk strategi dalam menangani banjir melalui penguatan sistem drainase serta normalisasi parit sebagai mitigasi infrastruktur.

Rangkaian kegiatan dilanjutkan pada Jumat, 28 November 2025 dengan Workshop Pemaparan Laporan Akhir di MPP Pekanbaru. Acara dibuka oleh Kepala Pelaksana BPBD Kota Pekanbaru, Iwa Gemino, yang menyampaikan pentingnya penyusunan RPB sebagai landasan operasional penanggulangan bencana yang realistis, terukur, dan selaras kebutuhan daerah. Dalam sesi tanggapan, perwakilan BPBD Provinsi Riau menyoroti rumusan sasaran dan indikator yang belum realistis serta dapat berdampak pada pencapaian target. Beberapa angka indikator dinilai perlu penjelasan metodologis agar terukur dengan data nyata. Diskusi juga menekankan agar sistem peringatan dini (Early Warning System/EWS) tidak hanya dijadikan perangkat alat semata tetapi juga mencakup sistem informasi ambang batas dan mekanisme komunikasi risiko yang berkelanjutan. Aspek penanganan bencana juga mengemuka dalam diskusi. Peserta menilai dokumen RPB perlu memperjelas strategi operasional dalam penanganan banjir dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Usulan penguatan mitigasi infrastruktur, khususnya melalui optimalisasi drainase dan normalisasi parit, diangkat sebagai fokus agar strategi penanggulangan banjir bisa lebih praktis dan terukur. Isu tata kelola persampahan turut menjadi perhatian, mengingat persoalan sampah dan limbah di Kota Pekanbaru berdampak pada risiko banjir dan kesehatan lingkungan. Sejumlah peserta menekankan pentingnya strategi pengelolaan sampah yang efektif dan terintegrasi lintas sektor.

Wakil Walikota Pekanbaru, Markarius Anwar, memberikan sambutan dalam penyampaian laporan akhir. Ia menegaskan bahwa RPB yang dihasilkan diharapkan tidak hanya menjadi dokumen administratif, tetapi benar-benar menjadi rujukan pelaksanaan operasional di lapangan. Menurutnya, penyusunan RPB penting dalam memetakan langkah penanggulangan bencana untuk mengurangi risiko bencana hidrometeorologi di tengah kondisi cuaca ekstrem, sekaligus memastikan kesiapsiagaan dan mitigasi di berbagai wilayah kota. Dari sisi perencanaan, Bappeda Kota Pekanbaru menekankan perlunya penyelarasan dokumen RPB dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) agar program, kegiatan, dan sub-kegiatan penanggulangan bencana dapat terintegrasi dalam dokumen perencanaan dan penganggaran daerah serta didukung komitmen multi pihak. Rangkaian FGD dan workshop ini diharapkan menghasilkan dokumen RPB Kota Pekanbaru 2026–2030 yang komprehensif, implementatif, dan menjadi pedoman operasional bagi pemangku kepentingan untuk menanggulangi berbagai risiko bencana di Kota Pekanbaru.

Penulis: Ratih

Tags: SDG 11 – Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan SDG 13 : Penanganan Perubahan Iklim SDG 17 : Kemitraan untuk Mencapai Tujuan SDG 3 – Kehidupan Sehat dan Sejahtera

Leave A Comment Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Related Posts

PSBA UGM Kunjungi Morowali Utara Tinjau Keberlanjutan Program KKN-PPM UGM di Morowali Utara

RilisRilis Berita Thursday, 13 August 2026

PSBA UGM melakukan kunjungan lapangan ke Pulau Tokonanaka atau Pulau Tanaka, Kabupaten Morowali Utara, Sulawesi Tengah, pada Jumat (7/8). Kunjungan tersebut dilakukan bersama mahasiswa KKN-PPM UGM dan tim dari Dinas Pendidikan Kabupaten Morowali Utara untuk […].

Perkuat Aksi Antisipatif di Tingkat Komunitas, PSBA UGM Berpartisipasi dalam Lokakarya Integrasi DESTANA dengan AMPD

RilisRilis Berita Thursday, 13 August 2026

PSBA UGM berpartisipasi dalam Lokakarya Integrasi Program Desa Tangguh Bencana (DESTANA) dengan Aksi Merespon Peringatan Dini (AMPD) yang diselenggarakan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dengan dukungan World Food Programme (WFP) pada 4-5 Agustus 2026 […].

PSBA UGM Gelar FGD I Penyusunan Naskah Akademik Penguatan Kelembagaan Pusdalops PB BPBD Kabupaten Bantul

Rilis Berita Wednesday, 22 July 2026

PSBA UGM menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) I sebagai bagian dari proses penyusunan Naskah Akademik Penguatan Kelembagaan Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) BPBD Kabupaten Bantul.

PSBA UGM Dukung Penguatan Kesiapsiagaan Bencana melalui MPLS di SMA Masa Depan, Sleman

RilisRilis Berita Wednesday, 15 July 2026

PSBA UGM menjadi narasumber dalam kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027 di SMA Masa Depan, Sleman. Kegiatan yang berlangsung pada Rabu (15/7) pukul 10.15–11.45 WIB ini mengangkat tema Mitigasi Bencana Banjir, Simulasi […].

Recent Posts

  • PETA PERKIRAAN WILAYAH TERDAMPAK GEMPABUMI FLORES 2026
  • PSBA UGM Kunjungi Morowali Utara Tinjau Keberlanjutan Program KKN-PPM UGM di Morowali Utara
  • Perkuat Aksi Antisipatif di Tingkat Komunitas, PSBA UGM Berpartisipasi dalam Lokakarya Integrasi DESTANA dengan AMPD
  • PSBA UGM Gelar FGD I Penyusunan Naskah Akademik Penguatan Kelembagaan Pusdalops PB BPBD Kabupaten Bantul
  • Kolaborasi PSBA UGM dan BPBD Kabupaten Kediri Perbarui Kajian Risiko Bencana 2026–2030
Universitas Gadjah Mada

Pusat Studi Bencana UGM

jl Mahoni C 16 Bulaksumur, Yogyakarta, 55284
Phone/fax 0274-548812
email: psba@ugm.ac.id

© 2025 PSBA Universitas Gadjah Mada