Sobat Bumi Universitas Gadjah Mada berkolaborasi dengan PSBA UGM dalam menyelenggarakan aksi bertema “Indonesia Pulih, Indonesia Lestari” pada Sabtu (20/12). Kegiatan yang dilaksanakan di Joglo Tanjung, Desa Donoharjo, Kabupaten Sleman, Yogyakarta ini merupakan bentuk sinergi antara komunitas mahasiswa dan institusi akademik dalam upaya mitigasi bencana serta pelestarian lingkungan berbasis masyarakat.
Aksi tersebut terbagi ke dalam dua rangkaian utama, yaitu aksi pulihkan bumi dan aksi tanam pohon. Pada sesi pertama, PSBA UGM memberikan sosialisasi kesiapsiagaan bencana gunung berapi. Kegiatan ini difokuskan pada peningkatan pemahaman masyarakat terkait mitigasi dan respons bencana, mengingat letak geografis Desa Donoharjo yang berada di kawasan rawan erupsi Gunung Merapi. Melalui sosialisasi tersebut, peneliti PSBA UGM, Dr. Indranova Suhendro, ST, M.Sc. menyampaikan materi mengenai potensi bahaya gunung berapi, langkah-langkah kesiapsiagaan, serta pentingnya peran masyarakat dalam mengurangi risiko bencana. Edukasi ini diharapkan mampu memperkuat kapasitas warga desa dalam menghadapi kemungkinan terjadinya bencana alam secara lebih tanggap dan terencana. Sesi kedua dilanjutkan dengan aksi tanam pohon sebagai bentuk komitmen terhadap pelestarian lingkungan. Sebanyak 150 bibit pohon ditanam dalam kegiatan ini, yang terdiri atas 50 bibit trembesi, 50 bibit alpukat, dan 50 bibit tanaman hortikultura. Penanaman pohon ini bertujuan untuk mendukung konservasi lingkungan, meningkatkan kualitas ekosistem, serta memberikan manfaat ekologis dan ekonomis bagi masyarakat setempat dalam jangka panjang.
Kegiatan ini tidak hanya melibatkan Sobat Bumi UGM dan PSBA UGM, tetapi juga mendapatkan partisipasi aktif dari warga Desa Donoharjo. Kolaborasi antara mahasiswa, akademisi, dan masyarakat menjadi kekuatan utama dalam mewujudkan aksi lingkungan yang berkelanjutan dan berdampak nyata. Melalui kolaborasi antara Sobat Bumi UGM dan PSBA UGM, kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat kesadaran masyarakat akan pentingnya kesiapsiagaan bencana sekaligus menjaga kelestarian lingkungan. Aksi ini menjadi bukti nyata peran mahasiswa, akademisi, dan masyarakat dalam mengintegrasikan edukasi, pengabdian masyarakat, dan keberlanjutan lingkungan secara berkesinambungan.