FGD mengenai ancaman dan risiko bencana yang dapat terjadi di lingkungan keraton serta kerentanan dan kapasitasnya di Bangsal Prabeya, Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat, telah dilaksankan, Rabu (5/6). Diskusi tersebut merupakan acara kedua dari pada rangkaian agenda “Peningkatan Kapasitas Abdi Dalem Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat” yang diprakarsai oleh PUSDALOPS BPBD DIY. Tujuan kegiatan ini adalah menjaga keutuhan lingkungan inti keraton sebagai sumbu filosofis Yogyakarta dari risiko bencana dengan peningkatan kapasitas.
Terdapat tiga orang pemateri sebagai pemantik diskusi yaitu Eko Teguh Paripurno (PSMB UPN “Veteran” Yogyakarta), Galih Aries (PSBA UGM), dan Bambang Sasongko (Kwarda DIY). Eko Teguh Paripurno atau kerap disapa Pak ET menyampaikan pentingnya memetakan ancaman bahaya dan risiko bencana secara partisipatif dengan bersama-sama sehingga dapat tercapai pemahaman yang sama tentang tindakan yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kapasitas.
Peserta FGD terdiri dari sejumlah abdi dalem keraton yang dibagi ke dalam beberapa kelompok kecil mengikuti kegiatan diskusi dengan aktif, hasil diskusi tersebut adalah peta ancaman bahaya, peta risiko, identifikasi kerentanan dan kapasitas di komplek inti keraton. Para abdi dalem kemudian mempresentasikan hasil kerja masing-masing kelompok di akhir sesi untuk mendapatkan umpan balik dari kelompok lain. Berdasarkan hasil diskusi, ancaman terbesar bagi komplek keraton adalah gempa bumi, angin kencang dan kebakaran. Agenda ini akan dilanjutkan kembali pada hari Rabu depan dengan materi mengenai manajemen kedaruratan bencana.
Oleh: Adzaniya Maghfira S.