PSBA UGM menjadi narasumber dalam kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027 di SMA Masa Depan, Sleman. Kegiatan yang berlangsung pada Rabu (15/7) pukul 10.15–11.45 WIB ini mengangkat tema Mitigasi Bencana Banjir, Simulasi Gempa Bumi, dan Kesiapsiagaan di Sekolah. Kegiatan ini bertujuan untuk menanamkan kesadaran dan budaya kesiapsiagaan bencana kepada peserta didik sejak dini. Kepala SMA Masa Depan, Salis Masruroh, S.S., menyampaikan bahwa edukasi kebencanaan merupakan bagian penting dalam pembentukan karakter siswa.
“Kegiatan seperti ini sangat penting dilaksanakan di lingkungan sekolah karena dapat menumbuhkan kesadaran dan kesiapsiagaan terhadap bencana. Meskipun hingga saat ini sekolah kami belum pernah mengalami bencana dan penerapan Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) masih dalam proses karena bangunan sekolah masih bersifat sementara, kondisi sekolah saat ini tetap aman. Kami juga telah memasang rambu-rambu jalur evakuasi yang mengarahkan siswa menuju lapangan sepak bola sebagai titik kumpul apabila terjadi keadaan darurat,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, tim PSBA UGM yang terdiri atas Lucia Sandra Budiman, S.Si., M.Sc., Ratih Winastuti S.Si.,M.Sc., Mulyadi Alwi S.Si., M.Sc., Amanda Irbah, S.Si., dan Febriyanti Paramesthi menyampaikan materi secara interaktif. Sesi diawali dengan ice breaking dan permainan edukatif yang dipandu oleh Febri dan Irbah. Siswa diajak membentuk kelompok sesuai jumlah penumpang pada berbagai moda transportasi yang dianalogikan sebagai sarana evakuasi dalam situasi bencana, mulai dari sepeda motor hingga pesawat. Permainan ini melatih kecepatan merespons instruksi, kerja sama antarsiswa, sekaligus membangun antusiasme sebelum memasuki materi utama.
Selanjutnya, Sandra, Alwi, dan Ratih memberikan materi mengenai penyebab dan mitigasi banjir, potensi gempa bumi, pemanfaatan platform InaRISK melalui website maupun aplikasi InaRISK Personal, serta langkah-langkah kesiapsiagaan menghadapi banjir dan gempa bumi. Melalui kegiatan ini, siswa memperoleh pemahaman mengenai penyebab banjir serta pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, terutama karena lokasi sekolah yang berdekatan dengan Selokan Mataram sehingga perlu mencegah timbulan sampah di badan sungai maupun lingkungan sekitar. Selain itu, siswa juga dibekali pengetahuan mengenai tindakan yang harus dilakukan saat terjadi gempa bumi, yaitu tetap tenang, segera menuju area terbuka melalui jalur evakuasi yang telah ditetapkan, serta mengikuti arahan petugas dan guru di sekolah. Sebagai penutup, seluruh peserta mengikuti simulasi evakuasi gempa bumi untuk mempraktikkan materi yang telah dipelajari. Simulasi ini diharapkan dapat meningkatkan kesiapsiagaan siswa apabila menghadapi situasi bencana yang sebenarnya.
Melalui kolaborasi antara PSBA UGM dan SMA Masa Depan, diharapkan budaya sadar bencana dan kesiapsiagaan dapat terus ditanamkan di lingkungan sekolah sebagai bagian dari upaya membangun generasi yang lebih tangguh menghadapi risiko bencana.
Penulis: Ratih